Minggu, 16 Januari 2011

Memperpanjang Masa Hidup Baterai Notebook



1. Setting Power Management
Anda akan menemukan setting power management ini pada icon di bawah kanan ataupun di dalam Control Panel. Di sana, Anda akan menemukan beberapa konfigurasi. Bila Anda dalam menggunakan notebook dengan baterai, kami menyarankan untuk mengaktifkan setting Power Saver. Setting ini akan memperlambat kerja prosesor hingga setengahnya. Imbasnya, konsumsi daya notebook akan menurun. Anda tidak perlu takut dengan kinerja yang menurun. Pada umumnya, aktifitas pekerjaan yang dilakukan dalam keadaan mobile tidak memerlukan kinerja yang tinggi. Aktivitas seperti browsing, aplikasi office, multimedia ringan ( mendengarkan musik atau memutar film non HD ) dan lain sebagainya memang tidak menuntut kinerja tinggi. Selain itu, setting power management juga mempunyai beberapa pilihan seperti mematikan layar, masuk mode hibernate, mematikan hard disk dan lain sebagainya bila notebook tidak digunakan dalam kurun waktu beberapa lama.

2. Memperbesar Kapasitas Memori (RAM)
Hal ini untuk mengurangi terjadinya pengaktifan virtual memory ke hard disk. Seperti kita ketahui, daya hard disk ketika melakukan putaran penuh akan lebih memakan daya dibandingkan dengan sebuah RAM atau memory.

3. Melakukan Defrag System
Proses Defrag akan mempercepat waktu baca hard disk. Hal ini akan membuat hard disk bekerja dengan lebih efisien dan Anda dapat membuka aplikasi dengan lebih cepat.

4. Menurunkan Kontras
Menurunkan kontras layar notebook akan mempengaruhi daya tahan hidup. Anda dapat menurunkan pada setting yang masih nyaman di mata, Biasanya, konfigurasi kontras layar ini sudah ada dalam setting Power Management. Namun, bila Anda kurang nyaman, Anda dapat menaikkan kontras beberapa level.

5. Matikan Proses/Program yang berjalan di background.
Semakin banyak proses/program yang berjalan di background, semakin cepat pula baterai terpakai. Untuk itu, lebih baik matikan saja aplikasi yang berjalan di background. Anda dapat mematikan proses/program di background ini melalui “Run->msconfig” lalu pilih tab “startup”. Namum, pilihlah program yang akan dimatikan dengan bijak dan hati-hati.

6. Jangan Tinggalkan CD/DVD pada Optical Drive
Sering kali kita lupa untuk mengeluarkan CD dari optical drive. Hal ini akan membuat optical drive tetap memasok listrik untuk perangkat tersebut. Bahkan, notebook terkadang akan memutar optical drive tanpa kita suruh. Hal ini cukup mengurangi daya baterai.

7. Lepas Perangkat dari USB port
Walaupun hanya memakan daya kecil tetap saja, perangkat yang terkoneksi pada USB port (Flash disk, USB hard drive, dan sebagainya) akan mengurangi daya tahan hidup notebook Anda. Cabut bila perangkat tersebut tidak lagi Anda gunakan.

8. Matikan Feature Konektivitas yang Tidak Perlu
Matikan konektivitas Wi-Fi ataupun Bluetooth bila Anda sedang tidak memerlukannya. Perangkat ini akan terus menerus mengirim sinyal yang dapat menguras daya tahan baterai. Misalnya Anda hanya memerlukan Wi-Fi, maka bluetooth bisa Anda matikan.

9. Pilih Mode Hibernate, bukan Standby
Bila notebook sedang tidak digunakan, akan lebih baik bila Anda masuk ke mode hibernate dibandingkan standby. Pada mode hibernate, seluruh perangkat akan dimatikan dan tidak memakan memerlukan arus listrik. Sedangkan pada mode Standby, arus listrik diperlukan. Dari segi kecepatan inisialisasi notebook, memang mode Standby lebih cepat. Namun, hal ini tidak sebanding dengan daya yang diperlukan bila ditinggal dalam waktu lama.

10. Hindari Praktik Multi-tasking
Semakin banyak aplikasi yang dibuka, hard disk akan semakin sering bekerja. Hal ini akan memakan daya lebih besar dibandingkan ketika Anda menjalankan satu aplikasi.

11. Switching Graphics
Bila notebook Anda mempunyai dual graphic dan harus memilih secara manual, jangan lupa untuk mengubahnya dengan graphics yang lebih hemat daya.

12. Ganti Hard Disk dengan SSD
Selain lebih sedikit memakan daya, SSD mempunyai waktu buka tutup aplikasi yang lebih cepat dan tidak menghasilkan panas berlebih yang akan mempengaruhi komponen di sekitarnya

Sepuluh Alasan Jangan Beli iPhone 4?


AP/Shuji Kajiyama
TEMPO InteraktifJakarta - Ini dia sepuluh alasan untuk tidak membeli smartphone terbaru buatan Apple yang tidak direkomendasikan Consumer Reports. Namun setidaknya Apple telah menggunakan strategi pemasaran yang bagus untuk mendongkrak penjualan ponsel tersebut, meskipun akhirnya mengecewakan penggunanya.

Berikut adalah sepuluh alasan mengapa iPhone 4 tak layak dibeli:

1. Mahal.
Di Amerika saja, smartphone buatan Apple ini dibanderol dengan harga paling murah US$ 199 (sekitar Rp 1,8 juta) untuk versi 16 Gigabita dan US$ 299 (sekitar Rp 2,7 juta) untuk 32 GB. Ketika sampai di Indonesia, tentunya harga ponsel ini diperkirakan akan lebih dari Rp 3 jutaan. Bandingkan jika Anda membeli smartphone BlackBerry versi paling murah dengan harga di pasaran Indonesia yang kini sudah turun menjadi Rp 2 jutaan.

2. iPhone 4 anti teknologi
Ponsel ini tak dapat digunakan untuk berbagai fitur yang bisa digunakan bersama perangkat selain buatan Apple. Contohnya, tidak bisa dipakai berbarengan mengakses Wi-Fi.

3. Tidak ada Flash
Layanan Flash yang dapat digunakan untuk memutar video menjadi aplikasi yang "wajib" ada untuk setiap smartphone. Tapi iPhone 4 tak memiliki layanan tersebut.

4. Tidak multitasking.
Mau mencoba pesan cepat atau instant messaging di iPhone, ternyata tidak secepat yang semestinya. Pengguna harus membuka aplikasi terlebih dahulu untuk mengetahui apakah ada pesan di kotak pesan Anda.

5. Kemampuan baterainya sama seperti smartphone pada umumnya.
Kalau Bos Apple Steve Jobs menggembar-gemborkan waktu stand by iPhone 4 paling lama diantara smartphone lainnya, yakni sampai 300 jam. Ternyata kemampuan itu sama saja seperti ponsel lainnya. HTC misalnya justeru lebih multitasking dengan kualitas kamera dan layar yang lebih baik.

6. Butuh uang untuk setiap pengembangan aplikasi.
Tak henti-hentinya pengguna iPhone 4 mengeluarkan uang untuk mengembangkan berbagai aplikasi, misalnya versi khusus dari iPlayer BBC, NatWest Phone Banking, Eon's meter reader.

7. Kualitas headphone buruk
Anda bisa mendengarkan apa saja yang didengarkan seseorang di sebelah Anda yang menggunakan iPhone atau iPod asli buatan Apple.

8. iPhone 4 tidak dirancang dengan baik
Tidak ada alasan bahwa smartphone memiliki area sensitif yang akan mempengaruhi kualitas sinyal atau berpengaruh jika digunakan dalam jangka waktu lama.

9) Biaya satnav
Nokia dan Google Android menyediakan fasilitas satelit dan navigasi secara gratis. Sementara untuk menggunakan aplikasi satnav pada iPhone, pengguna perlu merogoh kocek sekitar 19,99 Poundsterling, itu pun dengan tawar menawar.

10. Tidak ada perangkat pendukung seperti docks
Tidak seperti iPod dan iPhone yang memiliki docks sebagai perangkat pemutar musik portabel yang memungkinkan untuk mendengarkan musik lebih asyik, tidak ada docks cocok untuk iPhone 4.

Telegraph|Rini K, sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/tips/2010/07/31/brk,20100731-267733,id.htm

ePad 7" Made In ITB dan ITS dan UI UGM dan Buatan Unmuh Ponorogo lo.


Penawaran Katalog Produk: epad android ( layar 7" ) support : 3G modem
Negara Asal: China
Harga: 1550000
Keterangan: ePad merupakan salah satu kompetitor dari apple iPad yang sangat popular saat ini. Dipersenjatai dengan layar 7" dengan resolusi 480x800pixel ePad sangat nyaman digunakan untuk browsing, menonton film dan bermain game. selain itu ePad dibekali dengan android market yang menyediakan ribuan software gratis dan berbayar. ePad dibekali dengan LAN Wifi, 1.3MP camera serta 2GB internal HD yang dapat di expand sampai dengan 10GB dengan memory card external. Dengan mendownload office for android pada android market maka ePad anda lebih dari sekedar perangkat multimedia, ePad mampu melakukan semua tugas kantor anda secara portabel.